TELUK KUANTAN-- Kabupaten Kuantan Singingi memang memiliki banyak pilihan wisata alam. Akan tetapi Kuansing yang dikenal negeri jalur itu juga mempunyai kekayaan wisata religi.
Makam Syeh Ali yang terletak di Desa Koto Baru Kecamatan Singingi Hilir yang dulu dikenal sebagai ulama penyebar agama Islam tersebut kini menjadi salah satu tempat wisata religi dan banyak dikunjungi peziarah.
Dengan mayoritas masyarakat berasal dari suku Melayu yang memeluk agama Islam, wajar jika banyak pejuang-pejuang Islam serta peninggalannya yang memiliki nilai historis serta ciri khas arsitektur menarik.
Negeri jalur juga dipenuhi makam ulama yang kerap menjadi tujuan ziarah masyarakat.
Saat berkunjung ke Kabupaten Kuantan Singingi, wisatawan mungkin akan menjumpai lokasi makam yang dipagar, kemudian makam yang dibalut kain kuning, diberi kelambu, atau ditutupi kain hijau berhiaskan kaligrafi Arab.
Semua itu merupakan makam para ulama maupun tokoh pejuang kemerdekaan yang dihormati oleh warga setempat.
Makam para tokoh dan ulama sangat mudah ditemukan di kawasan tersebut. Bahkan beberapa di antaranya memiliki nilai sejarah kuat karena merupakan tempat peristirahatan para pejuang di masa lampau.

Salah satunya adalah Makam Syekh Ali di Desa Koto Baru Kecamatan Singingi Hilir. Makan tersebut merupakan makam salah satu pejuang Islam yang ada di Desa Kotobaru.
Makam Syeh Ali juga menjadi ikon pariwisata religi bagi masyarakat tempatan maupun luar daerah. Areal makan juga didukung lingkungan yang masih asri.
"Maka kami memulai membangun fasilitas pendukung untuk menyambut pengunjung dan peziarah yang ingin datang," kata salah satu warga Desa Kotobaru Ebit Sufandi kepada wartawan kemarin.
Ebit dan warga sekitar sedang membangun sarana prasarana berupa tempat wudhu dan toilet untuk jamaah yang berkunjung untuk berziarah. Kemudian dilanjutkan tempat salat beserta pagar dan paving blok.
"Tujuannya untuk melayani para peziarah yang butuh MCK. Intinya untuk memberikan kenyamanan kepada peziarah," katanya.
Ia berharap mudah-mudahan pembuatan fasilitas di komplek pemakaman Syekh Ali bisa terlaksana sesuai yang diharapkan masyarakat.
"Kita berharap Makan Syech Ali menjadi ikon wisata religi di Kuansing dan bermanfaat masyarakat," harapnya.
Diceritakan Ebit, menurut cerita para sesepuh di Desa Kotobaru, Syech Ali merupakan pejuang Islam di Desa Kotobaru. Syech Ali dikenal ulama yang ramah dan mengajarkan agama Islam tanpa pamrih.
"Cara beliau mengajar mengaji di masjid, mengajarkan berbuat sesuatu tanpa pamrih," katanya.
Perbaikan makam Syech Ali katanya, sebagai pengingat atas perjuangan mengembangkan agama Islam di Desa Kotobaru. Pasalnya menyebarkan agama Islam saat itu bukanlah pekerjaan yang mudah.
"Selain itu juga supaya bisa kita teladani petuah petuah beliau dalam kehidupan kita," katanya.
Ia berharap dengan dibangunnya tempat wudhu, WC, tempat salat hingga pagar di sekeliling makam membuat kehidupan sosial kemasyarakatan semakin baik dan semakin banyak orang berziarah.
"Dengan semakin banyaknya peziarah, maka peluang UMKM semakin terbuka bagi masyarakat," harapnya. ( ms )

